kalselsatu.com, BANJARMASIN – Satu keluarga di kawasan Tanjung Keramat, Basirih, Banjarmasin, terpaksa tinggal di sebuah kontrakan berukuran hanya 2 x 4 meter setelah rumah kayu yang mereka tempati puluhan tahun ambruk.
Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak memiliki pilihan lain selain menunggu bantuan pemerintah untuk kembali membangun rumah.
Kontrakan kecil yang mereka sewa seharga Rp375 ribu per bulan itu kini dihuni Makunah bersama tiga anaknya.
Tempat tidur yang menyatu dengan dapur menggambarkan sempitnya ruang yang mereka miliki.
Setiap malam, keempatnya harus tidur berhimpitan karena luas ruangan tidak memungkinkan adanya sekat.
“Kami tidak punya pilihan lain. Rumah kami sudah ambruk, jadi terpaksa tinggal di sini dulu. Yang penting ada tempat berteduh, meski sempit,” ujar Makunah.
Anaknya, Khairullah, mengaku kondisi ini membuat mereka sulit beraktivitas.
“Kalau malam kami benar-benar mepet semua. Mau tidur juga kadang susah karena ruangannya sempit sekali,” ujarnya.
Rumah keluarga ini sebelumnya berada tepat di pinggir jalur sungai di kawasan Wisata Religi Kubah Basirih.
Setelah puluhan tahun dihuni, bangunan kayu itu ambruk dan tidak lagi layak ditempati.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga Makunah belum mampu menyewa kontrakan yang lebih layak.
Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah agar rumah mereka dapat dibangun kembali.
“Kami cuma berharap ada bantuan, supaya bisa punya rumah yang layak lagi. Kami sudah tinggal di sini sejak lama, jadi berat rasanya kehilangan rumah sendiri,” tandas Khairullah. (ks)
