kalselsatu.com, BANJARMASIN – Kejadian menegangkan terjadi pada Minggu (9/10/2025) pagi, saat sekelompok jemaah Majelis Taklim Al Abror yang sedang dalam perjalanan wisata religi di perairan Sungai Barito, Alalak Selatan, mengalami musibah.

Perahu motor yang mereka tumpangi tiba-tiba oleng dan terbalik setelah dihantam gelombang besar yang ditimbulkan oleh kapal tongkang batu bara, mengakibatkan beberapa penumpang tercebur ke sungai.

Insiden itu terjadi setelah rombongan jemaah mengunjungi makam Sultan Suriansyah dan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kembang.

Dalam perjalanan tersebut, perahu yang mereka tumpangi berpapasan dengan sebuah kapal tongkang besar yang mengangkut batu bara, menghasilkan gulungan ombak yang cukup kuat.

Akibatnya, perahu motor bergoyang hebat dan menyebabkan beberapa orang yang duduk di atap perahu terjatuh ke dalam Sungai Barito.

Suliyem (61), salah satu jemaah yang selamat, menceritakan bahwa perahu motor yang mereka tumpangi tiba-tiba oleng dan beberapa penumpang yang duduk di atap perahu terlempar.

“Perahu goyang-goyang hebat. Beberapa orang terjatuh ke sungai,” kata Suliyem dengan nada cemas.

Meski para jemaah berteriak memberi tahu motoris perahu, namun pengemudi perahu awalnya tidak menyadari ada penumpang yang tercebur.

“Kami teriak, Pak, teman kami nyemplung. Mungkin motoris tidak paham atau tidak mengerti, dia hanya melihat dan tidak langsung bereaksi. Setelah kami ulangi, baru dia menurunkan kecepatan dan memberikan pelampung ke sungai,” ungkap Suliyem.

Namun, ketiga jaket pelampung yang tersedia ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan semua korban.

Banyak dari penumpang yang tercebur merupakan orang yang tidak bisa berenang, dan dalam situasi panik, hal tersebut sangat membahayakan.

Beruntung, empat perahu warga yang kebetulan melintas segera memberikan pertolongan.

“Ada empat perahu warga yang lewat dan langsung membantu menarik teman-teman kami ke tepi dan membawanya ke Polisi Airud,” tambah Suliyem.

Purniati (54), salah satu penumpang yang duduk di atap perahu, juga berbagi kisahnya tentang momen mencekam tersebut.

Menurutnya, setelah perahu diterjang ombak besar, semua penumpang sempat panik.

“Saya hanya bisa berpegangan erat pada atap perahu agar tidak terlempar. Kalau saya lepas pegangan, pasti saya juga jatuh ke sungai. Apalagi saya tidak bisa berenang,” ujar Purniati yang masih terkejut dengan kejadian itu.

Dari informasi yang diterima, enam orang tercatat sebagai korban yang tercebur ke Sungai Barito, dan semuanya telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengonfirmasi bahwa di antara enam korban tersebut, salah satunya adalah anak-anak, sedangkan sisanya adalah perempuan dewasa.

“Total penumpang yang ada di perahu motor tersebut ada 32 orang, termasuk motoris dan anak buah kapal (ABK),” kata Kompol Dading.

Meski sebagian besar penumpang selamat, insiden ini menyisakan kekhawatiran akan keselamatan para penumpang perahu motor yang kerap digunakan untuk wisata religi di daerah tersebut. (ks)